Senin, 11 Maret 2013

Tepi Hati




Hanya akan kulabuhkan
Getar-getar sendu ini pada tepi hati yang menghindari rintih
Yang hanya mau terbakar oleh api jiwa yang menguatkan
Walau hatus tertatih ia menemukan ketegarannya kembali
Sang tepi hati tiada mau patah arang walau kondisi bagai petir yang menakutkan
Ia... selaksa sakit itu hadir untuk memperbaiki tepi hati
Tanpa aku memaksa untuk sembuh
Tanpa aku menghindar untuk menangis
Satu demi satu helaian kepasrahan bercokol kuat, dan lebih kuat setiap harinya...
Kisahku tak melulu bahagia
Sang bahagia pasti akan bertemu lawannya, sedih dan sedih
Sedih tak akan selalu melingkupi kisahku
Ia akan silih berganti mengumbar tahta dengan sang bahagia dan bahagia
Tiada yang mampu mengingkari sebuah kodrati
Tanpa harus aku memilukan tepi hatiku, ia akan menjadi pilu suatu saat nanti
Dan tanpa aku riangkan tepi hati ini, ia akan menjadi riang suatu saat nanti
Teriring derai hujan, rasanya ingin kuluruhkan keluh kesah yang menemaniku saat malam
Namun derai hujan, layaknya embun pagi yang tiada mampu selalu bertahan dan bertahan sepanjang hari
Lalu, dengan cerahnya mentari, kuharap ia bisa menyilaukan rasa ini, atau menyengatnya untuk pergi dan tidak menjadi musababku untuk melontarkan keluhan...
Namun mentari sirna menggelapkan bumi, mengutus sang bulan yang terlalu sejuk gemerlap sinarnya
Hanya alam semesta yang kujadikan teman seiring, seiring menguntai tasbih yang suci untuk memperjernih sang hati, untuk bersiap menghadapi silih bergantinya gejolak sang tepi hati...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar