Hanya
akan kulabuhkan
Getar-getar
sendu ini pada tepi hati yang menghindari rintih
Yang
hanya mau terbakar oleh api jiwa yang menguatkan
Walau
hatus tertatih ia menemukan ketegarannya kembali
Sang
tepi hati tiada mau patah arang walau kondisi bagai petir yang menakutkan
Ia...
selaksa sakit itu hadir untuk memperbaiki tepi hati
Tanpa
aku memaksa untuk sembuh
Tanpa
aku menghindar untuk menangis
Satu
demi satu helaian kepasrahan bercokol kuat, dan lebih kuat setiap harinya...
Kisahku
tak melulu bahagia
Sang
bahagia pasti akan bertemu lawannya, sedih dan sedih
Sedih
tak akan selalu melingkupi kisahku
Ia
akan silih berganti mengumbar tahta dengan sang bahagia dan bahagia
Tiada
yang mampu mengingkari sebuah kodrati
Tanpa
harus aku memilukan tepi hatiku, ia akan menjadi pilu suatu saat nanti
Dan tanpa
aku riangkan tepi hati ini, ia akan menjadi riang suatu saat nanti
Teriring
derai hujan, rasanya ingin kuluruhkan keluh kesah yang menemaniku saat malam
Namun
derai hujan, layaknya embun pagi yang tiada mampu selalu bertahan dan bertahan
sepanjang hari
Lalu,
dengan cerahnya mentari, kuharap ia bisa menyilaukan rasa ini, atau
menyengatnya untuk pergi dan tidak menjadi musababku untuk melontarkan
keluhan...
Namun
mentari sirna menggelapkan bumi, mengutus sang bulan yang terlalu sejuk
gemerlap sinarnya
Hanya
alam semesta yang kujadikan teman seiring, seiring menguntai tasbih yang suci
untuk memperjernih sang hati, untuk bersiap menghadapi silih bergantinya
gejolak sang tepi hati...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar