Pemenang.
Aku
ingin mejadi juara.
Pemenang
dalam hidup.
Yang
sanggup menjalani tekad yang sudah kubulatkan.
Yang
tak takut menanggung konsekwensi atas tekad yang sudah kubulatkan.
Yang
siap menerima hadiah karena tekad yang sudah kubulatkan.
Kehidupan.
Dengan
nafas kembang kempis ketakutan.
Dengan
jantung yang detaknya teriring kepalsuan.
Dengan
nadinya tertoreh denyut kegelisahan.
Dengan
syarafnya berkoordinasi lupa ketuhanan.
Itu
bukan gayaku.
Karena
aku pemenang.
Karena
aku juara.
Kehidupan.
Jika
serupa dengan bahtera kebohongan,
maka
aku akan menjadi perahu yang mengarunginya dengan kejujuran.
Kehidupan.
Jika
begitu banyak jejakan kesombongan,
maka
aku akan menjadi padi yang akan merunduk menghindarinya.
Kehidupan.
Jika
negara dijadikan ajang kerakusan,
maka
aku akan menjadi api dan tetap mengobarkan ketawadhuan.
Kehidupan.
Jika
seumpama dengan telaga kemunafikan,
maka
aku akan menjelma menjadi sampan yang membelahnya dengan keshidikan.
Kehidupan.
Jika
sama dengan langit kemungkaran,
maka
aku akan bertahta sebagai awan, dan berarak dengan kema'rufan.
Kehidupan.
Jika
diidentikkan dengan kepura puraan,
maka
aku akan menjadi pucuk pohon, yang bisa dilihat keaslianya.
Kehidupan.
Jika
menjadi istana bagi para pecundang,
maka
cukup aku menjadi jasad mati, untuk dikubur menjadi pemenang.
Pemenang.
Aku
ingin mejadi juara.
Pemenang
dalam hidup.
Yang
sanggup menjalani tekad yang sudah kubulatkan.
Yang
tak takut menanggung konsekwensi atas tekad yang sudah kubulatkan.
Yang
siap menerima hadiah karena tekad yang sudah kubulatkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar