Senin, 11 Maret 2013

Berbuat Baik....Siapa Takut !!!



Allah menghidupkan ruh dalam diri manusia sebagai salah satu nikmat yang dianggap hak dasar dan mutlak bagi setiap manusia. Namun, tak jarang manusia terlalu terlena dengan nikmat yang telah Allah limpahkan tersebut. Banyak diantara kita yang justru kepincut pada kehidupan dunia, berlari mengejarnya, dan melalaikan bahwa ada kahidupan lain yang juga harus kita perjuangkan, yang akan membawa kita kepada keabadian, yaitu kehidupan akhirat.
            Dulu, saya rasa sulit untuk memperjuangkan kehidupan di akhirat. Kita harus menjalankan perintahNyadan menjauhi laranganNya. Kita harus amar ma’ruf nahi mungkar. Sederhana sebenarnya kalimat itu, tapi dulu, bagi saya menjalankan perintahNya itu sulit. Harus jadi orang dewasa dulu untuk berbuat baik, harus jadi orang yang pintar dulu untuk beramar ma’ruf, harus jadi orang yang suci dulu untuk meninggalkan laranganNya, harus jadi orang yang sholeh dulu untuk bernahi mungkar, namun ternyata persepsi saya itu kurang tepat.
            Suatu saat, ketika pelajaran Aqidah Akhlak, guru saya bertanya kepada kami “Yaa Aulaadii... menurut kalian, jadi orang baik sama jadi orang buruk gampang yang mana?”. Dan serempak kami menjawab “Gampang jadi orang buruk Paaakk...”. lalu, dengan gaya beliau yang khas, beliaupun berkata “Kata siapa...semua itu tergantung pada niatnya, kalau kalian niatkan semua perbuatan baik kalian dengan niat ibadah, dengan niat menggapa ridho Allah, maka insyaAllah, jadilah perbuatan kalian itu bernilai pahala. Jadi, kalau kalian bilang lebih mudah menjadi orang buruk, patut dipertanyakan itu niat kalian”... kami semua tertawa saat itu.
            Terbukti, bahwa seringkali kesulitan itu justru kita sendiri yang membuatnya. Kedangkalan ilmu kita pula yang menyebabkan fikiran kita beranggapan seperti itu. kebaikan yang  mudah dan jumlahnya berjuta-juta justru mengerucut menjadi sedikit, sementara keburukan yang sulit dan beresiko merugikan diri sendiri justru terlihat begitu banyak. Allah menyukai hal-hal kecil namun konsisten daripada hal yang besar tapi jarang dilakukan. Mungkin, kita sering mengidentikkan kebaikan dengan sedekah, infaq, puasa, wakaf, dan perbuatan-perbuatan yang mengandung unsur harta, padahal hak kecil seperti tersenyum ataupun menyingkirkan batu yang menghalangi jalanpun, jika niatnya baik, juga menjadi kebaikan.
            Seperti halnya tangisan bayi yang bermakna banyak hal, setiap kejadian yang Allah tunjukkan pada setiap makhluknyapun mempunyai banyak makna. Karenanya, tepat sekali jika dunia ini diistiahkan sebagai universitas kehidupan, dan setiap manusia ialah pembelajar yang ditugasi untuk menyingkap hikmah dari berbagai peristiwa. Mari belajar hidup dengan hati, melihat dengan mata hati, merasakan dengan hati yang jujur, mendengar dengan hati yang jernih, berjalan dengan hati yang tawadlu, bernafas dengan hati yang penuh rasa syukur. Bukan manusia yang baik yang diwajibkan  untuk berbuat kebaikan, tapi kewajiban untuk berbuat kebaikan  akan menjadikan orang menjadi baik, dan karena semua orang diciptakan dengan hati yang suci, dengan menyimpan banyak kebaikan disana, maka semua orang tanpa terkecuali mampu melakukannya. kullu nafsin dzaaiqotul maut, dan sebelum saat itu datang, alangkah baiknya kita menjadi hambaNya yang bertaqwa, agar kita kembali keharibaanNya sebagai hamba yang menempati tempat yang mulia disisiNya... semangaaaaatt.... (^.^)/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar