Sabtu, 30 Maret 2013

Entah, Saya Ketakutan :(

Entah mengapa, chatting saya dengannya malam ini terasa begitu menyentuh, mungkin karena ada segepok kerinduan di hati saya. Sebenarnya saya tidak ingin merasa seperti ini, tapi perasaan ini ada, dan saya tidak dapat mencegahnya.
Saya menyadari bahwa kehidupan akan selalu berubah. Akan selalu. Sayapun juga berubah. Langit setiap hari berubah. Matahari berseger setiap periodenya. Ilmu berkembang, kaki terus berjalan, nafas terus terhembus tanpa mampu tertahan. Satu yang saya harap tidak berubah, yaitu sebuah perasaan nyaman. Saya tahu semuanya tidak akan selalu sama seperti dulu kala, semuanya pasti berbeda.Saya tidak suka bicara tentang perubahan, saya sungguh tidak suka.
Meski dunia berubah, sangat berubah bahkan, saat matahari terasa berkali-kali lebih terik, tetap pertahankan satu sikap yang dari dulu hingga sekarang mengagumkanku. Saya hanya bisa bicara lewat bahasa tulisan,lewat kicauan hati yang bahkan tidak bisa kau dengar, lewat doa-doa yang kupanjatkan bersama kerajaan langit malam...
Kawan... dek, dibalik seberapa berubahnya dirimu, sepintar apapun dirimu, sedewasa apapun pemikiranmu, sehebat apapun kau kini, izinkan aku untuk tidak mempedulikannya ketika kau ada bersamaku... izinkan saya untuk menganggapmu sama, sama seperti saat langkah kita masih beriringan, saat semuanya begitu mneyenangkan, saat waktu terasa melesat begitu cepat, saat langit yang tinggi terasa begitu rendah, saat matahari yang begitu terik terasa begitu teduh...
Entah, mungkin hatiku sedang melow malam ini, sehingga ketakutan ini menikamnya bulat-bulat. Tiba-tiba banyak yang membayang di dunia awang-awang saya. Tentang betapa besarnya engkau berperan di segelintir kisah hidupku yang walau segelintir akan kubawa hingga waktu yang entah kapan nanti... Kristal ini mungkin perwujudan rasa itu, rasa yang entah mengapa ada begitu tiba-tiba... Perwujudan rasa takut, takut akan sebuah perubahan,yang bisa melenyapkan banyak hal yang telah begitu indah dulunya...

Kamis, 28 Maret 2013

Suara Merdeka 13 Oktober 2011

MERAIH Juara I Lomba Pidato Bahasa Arab yang digelar Universitas Negeri Semarang, merupakan kebanggaan bagi Fauziah Suci Nurani, siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Salatiga. Dalam kegiatan bertajuk Pagelaran Bahasa Arab tersebut, Fauziah menyisihkan puluhan peserta yang merupakan wakil SMA/MAN se-Jateng.

‘’Saya tidak menyangka dipilih Dewan Juri menjadi juara. Lomba itu sangat ketat karena harus melewati babak penyisihan dan babak final yang menegangkan,’’ kata Fauziah.
Siswa kelas XII itu mengungkapkan, menjadi juara tidak diraih instan, namun harus melewati perjalanan panjang. Seleksi lomba sudah berlangsung di MAN. Dan ketika seleksi pidato Bahasa Arab di MAN, Fauziah akhirnya terpilih sebagai juara dan berhak menjadi wakil dalam lomba mewakili MAN.

Dengan bimbingan guru Bahasa Arab Alfiah Diah Ernaningsih, kekurangan dalam lafal (mengucap) terus digenjot sehingga terdengar sempurna.
Dalam lomba itu Fauziah telah menyiapkan materi dengan tema ‘’Indonesia di Masa Depan’’. Dua rekannya yang mengikuti cabang kaligrafi dan bercerita dengan Bahasa Arab, belum berhasil.

Anak Petani

Kecintaan mempelajari Bahasa Arab muncul dalam diri Fauziah sejak di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Dia pun memperkaya kosa kata dan pengetahuan tata bahasa Arab. Bila teman-teman sekampung dan sekelas hanya sekadar mengaji, maka Fauziah berkeinginan lebih dari itu. Dia juga suka mendengarkan radio berbahasa Arab. ‘’Kalau sekadar percakapan sehari-hari dalam Bahasa Arab mudah dipahami dan dilakukan,’’ ujarnya.

Putri pertama dari dua bersaudara itu merupakan anak petani dari Dusun Krajan Desa Giling Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang. Dia alah putri dari Suroso yang berprofesi sebagai petani dan ibunya Sudarwati. Setelah mengenyam pendidikan di MI Tarbiyatul Aulad dan MTs Tarqiatul Himmah Pabelan, Fauziah melanjutkan ke MAN Salatiga.
Meskipun senang Bahasa Arab, Fauziah juga pandai di mata pelajaran lainnya. Siswi yang memilih jurusan IPA itu ternyata merupakan siswa berprestasi di kelas karena selalu berada di 3 besar. (Surya Yuli P-87) (/)

Tentang Tepi Hati



Huh... jujur saya merasa begitu capek. Saya berusaha bersyukur, tapi tetap saja capek ini menggelitik hati saya. Saya berjuang tidak untuk menjadi orang yang hanya sebentar berjuang. Saya ingin berjuang, lagi dan lagi. Sedikit demi sedikit, kehidupan saya mulai berubah. Mulai dari tanggung jawab sebagai penerima beasiswa yang katanya paling banyak nominalnya, lalu kepercayaan yang dari teman-teman yang rasanya tiba-tiba, lalu pelajaran dan target nilai yang sudah saya tulis besar-besar, serta keinginan-keinginan lain yang semoga tidak berlebihan saya kejar.
Saya seperti ingin menduplikasi diri saya kemudian membagi tugas agar saya tetap fokus pada hal-hal yang sedang saya lakukan. Tapi, saya yang sudah tidak lagi kecil ini menyadari sepenuhnya bahwa itu tiada mungkin. Oh, keluh kesah dan rasa ini, begitu mengganggu diri saya. Sejenak saja, saya ingin mengambil nafas untuk kemudian menjalani semuanya lagi. Saya rindu pada kehangatan keluarga saya. Pada bapak dan ibu yang dulu setiap pagi selalu saya lihat, pada Dek Bagas yang setiap pagi, siang, dan malam bisa saya ganggu, pada Dek Iqbal yang selalu bilang "Mbak Cik.. Iqbal sayaaaaaang Mbak Cik", pada mbah kakung dan mbah putri, pada semuanya yang ada di rumah saya... Sebentar saja, saya sangat ingin berdiam diri dan lupa kalau saya punya tugas, kalau saya punya ambisi...eh.. jangan, kehidupan saya tidak statis, ia bergerak dan terus bergerak, dan saya tidak bisa cukup diam untuk mengejar kehidupan yang ritmenya semakin lama semakin cepat. Sejenak, saya butuh waktu untuk meluapkan keluh kesah ini, agar tidak mengendap di hati saya dan menjadi penyakit yang semakin lama semakin parah, untuk kemudian saya bangkit dengan energi baru yang lebih baik dari energi yang sebelumnya, seperti halnya laptop saya yang lowbatt dan akan kembali mau diberdayakan kembali setelah disuntik listrik untuk beberapa waktu.
Sekarang, seperti semut yang baru saja mengangkat remahan roti, memakannya lalu berjalan lagi, menemui teman-temannya dan bekerjasama lagi, itulah yang saya rasakan. Saya akan kembali menjadi saya yang saat ini, yang merasa lelah, tapi tidak mau berhenti. Akan saya biarkan rasa lelah ini menghinggai diri saya, bukan sebagai virus penghambat, tapi sebagai virus yang mengobati penyakit mengeluh saya, yang akan saya jadikan cambu untuk mempercepat langkah saya. Saya ingin menjadi diri yang menyenangkan, yang bisa mereka percaya, yang bisa memberi manfaat bagi semuanya yang ada di sekitar saya. Semangat Suci, banyak yang masih harus kamu lakukan, banyak yang masih harus kamu dedikasikan, bayak yang harus kamu bagikan dan perjuangkan. Langkah saya boleh tersandung oleh rasa lelah, tapi rasa lelahku tidak boleh membuat saya berhenti. Saya belum mau dan belum boleh menghentikan jalan saya. Jalan lagi, lari lagi, semangat lagi, selesaikan semuanya sebaik mungkin, sesegera mungkin. Tugas kuliah, tugas organisasi, tugas rumah, tugas sebagai hamba, tugas sebagai manusia. I Love My Live...I Love My World...
Goresan Abadi untukku sendiri:
Tepi hati, aku mencoba menggambarkan engkau, engkau yang menjadi serpihan dalam hidup singkat ini... Aku katakan padamu yang serasa lelah, yang serasa kosong, yang serasa palsu, yang serasa mengabur... Aku katakan padamu untuk tetap menjadi kuat, menjadi terisi, menjadi nyata, menjadi jelas..
Lalu kau akan ada disini, lagi, bersama kehadiran baru yang pasti menyenangkan
Kau akan ada disini, lalu yang belum disini akan menjadi disini...
Bersabarlah, tepi hatiku... karena kau milikku, kau harus semengabdi aku pula...
Maaf jika aku terlalu membuatmu lelah, tapi percayalah, setiap lelah pasti celah untuk bahagia ada...
Tepi hatiku sayang...tetaplah sehat, tetaplah menjadi tepi hati yang selalu hebat... sungguh aku bersyukur karena tepi hatiku ialah kau... bersabarlah, walau hingga waktu  yang tidak terbatas... kau bisa, aku bisa, kira bisa, wahai tepi hatiku sayang...:)
Cukup!!! Semangat lagi......Action now :D

__Fs. Nurani-Baiti Jannatii__

Senin, 25 Maret 2013

Saya Benar-benar Ingin Menjadi Cerpenis

 Pagi ini seperti biasa saya berangkat ke kampus pagi untuk mengikuti kuliah jam 1-2. Tidak ada yanganeh sampai  setelah istirahat. Ketika saya kembali dari masjid, Mbak Nur Ida Afwa memberi selamat kepada saya. Awalnya saya tidak mengerti apa itu, apa makna ucapan selamat itu, katanya selamat, cerpenmu lolos tahap ke-3. Saya masih tidak mengerti. Cerpen apakah yang ia maksud?? Seingat saya, saya sedang memang sedang mengikuti sebuah event lomba menulis Pena Indhis. Tapi saya tidak pernah melihat dia mengupdate informasi di Pena Indhis, karena ia lebih tertarik untuk membaca daripada menulis.
Bebera saat setelah itu, datanglah teman saya yang sedang berulang tahun hari ini. Ialah Wahyu yang mengucapkan selamat sebelum saya sempat mengucapkan selamat kepadanya. Hal tersebut yang membuat saya akhirnya benar-benar percaya. Sepung dari bimbingan Edupreneur dengan super saya, Bapak Imam Maz Arum, saya lekas membuka nfo tentang pengumuman itu. Dan benar, judul cerpen saya ada di nomor ke 6 dari 20 cerpen yang lolos. Alhamdulillaah.... Ini dia rekapitulasi hasilnya :
UP DATE NASKAH YANG LOLOS KE TAHAP 3 "INDHIS WRITING CONTEST DALAM KISAH CINTA ISLAMI"
I. TEMA 1
NASKAH FF:
-

NASKAH FTS:
-

II. TEMA 2
NASKAH FF:
-

NASKAH FTS:
-

III. TEMA 3
NASKAH FF:
-

NASKAH FTS:
-


IV. TEMA 4
NASKAH FF:

  1. Mutiara untuk Zahro, nilai rata-rata= 8,3
  2. Alfred dan Aurora, nilai rata-rata= 8,25
  3. Sebelum kau menjadi halalku, nilai rata-rata= 8,2
  4. Suamiku cinta pertamaku, nilai rata-rata= 8,15
  5. Menanti jawaban-Nya, nilai rata-rata= 8,1
  6. Tangga cinta yang tersampaikan, nilai rata-rata= 8
  7. Kenapa kau takut, nilai rata-rata= 8
  8. Bangunlah cintamu, Rumaisha, nilai rata-rata= 8
  9. Wo ai Ni, Zazkiya, nilai rata-rata= 8
10.  Al Qur’an di atas rehal cinta, nilai rata-rata= 8
11.  Hati Azizah, nilai rata-rata= 7,95
12.  Sebening kasihmu, nilai rata-rata= 7,9
13.  Mushaf cinta, nilai rata-rata= 7,85
14.  Dermaga cinta Nuraini, nilai rata-rata= 7,85
15.  Calon istriku berkursi roda, nilai rata-rata= 7,85
16.  Aku ingin di cinta karena Allah, nilai rata-rata= 7,75
17.  Tatapannya, meneduhkan hatiku, nilai rata-rata= 7,75
18.  Lelaki dalam sujud malam Anisa, nilai rata-rata= 7,7
19.  Hanya ingin menikah, nilai rata-rata= 7,7
20.  Kepergianmu kasih, nilai rata-rata= 7,65

 NASKAH FTS:
  1. Harapan di ujung penantian, nilai rata-rata= 8,15
  2. Peperangan menuju pernikahanku, nilai rata-rata= 8
  3. Sucinya akhir nafas ayah, nilai rata-rata= 8
  4. Ini kisahku, mana kisahmu, nilai rata-rata= 7,9
  5. Kesabaran cinta sang pejuang, nilai rata-rata= 7,9


V. TEMA 5
NASKAH FF:
-

NASKAH FTS:
-

Alhamdulillaah, saya bersyukur. Tiga tahap sudah, semoga bisa lolos di penilaian tahap terakhir. Saat menulis cerpen ini, saya tidak banyak berfikir tentang unsur intrinsik maupun ekstrinsik yang membangun cerpen ini. Tapi semoga tetap bisa lolos. Tangga cinta yang tersampaikan, semoga menjadi langkah awal saya, batu loncatan, pembuka pintu untuk saya berbagi hikmah dengan secarik kertas dan dengan sebuah pena -- sekarang, dengan sebuag net book biru tercinta saya :D Semangat menulis, menulis dan menulis, semoga ini benar-benar dicetak, sehingga nilai mata kuliah Bahasa Indonesia saya bisa mendapat nilai 4,00 ^^, 
SAYA BENAR-BENAR INGIN MENJADI CERPENIS !!!! SEMANGAAAAATTT...

Selasa, 12 Maret 2013

19 : Terimakasih ALLAAH :)

Dan kini, detik-detik pengurangan usiakupun telah tiba. 18 tahun sudah nafas ini tanpa henti berhembus, 18 tahu sudah ragaku ini berlari kesana-kemari, sudah 18 tahun hati ini bergonta-ganti rasa prasangka. Jika diibaratkan langit, saya berharap saya bukan senja, yang memesona dengan gurat-gurat yang warnanya berupaa-rupa. Saya selalu ingin menjadi langit pagi, yang senantiasa menghadirkan harapan yang cerah, memancarkan cahaya yang terang. Saya hanya ingin menjadi orang yang baik bagi orang-orang yang sangat baik disekitar saya.
Terimakasih ALLAAH, terimakasih telah menghadirkan kelam terang dalam 18 tahun saya ini. Mulai dari kebimbangan melanjutkan study, kekecewaan karena satu dan lain hal, dan perpisahan dengan teman-teman MAN yang menyisakan keriduan. Tapi dibalik semua itu, ENGKAU yang MAHA ADIL atas segalanya menggantikan masa-masa kelam saya dengan berkah demi berkah yang saya sampai bingung bagaimana cara untuk mensyukurinya. Terimakasih untuk jalan yang kau mudahkan disetiap langkah saya, terimakasih untuk nikmat dan berkah yang melingkupi diri saya, terimakasih telah menempatkan saya diantara orang-orang hebat : orangtua, adik, dan keluarga saya, teman-teman say di STAIN Salatiga, PBA B, PBA, ITTAQO, JQH, Ma'had Putri STAIN Salatiga, semua tidak dapat saya sebut satu persatu. Terimakasih telah menjga rasa yang menggelitik hati saya untuk seseorang yang disana, dan terimakasih selalu menghadirkannya beserta hadirnya butiran harap yang menghidupkan.
Maaf untuk keluhan dan rintihan yang pernah saya kemukakan kepadaMU. Maaf saya yang 18 tahun ini masih enggan menyempurnakan ketaan saya, maaf untuk kekufuran nikmat dan rasa tidak cukup atas kecukupan-kecukupan yang ENGKAU limpahkan...
Kini saya sudah 19 tahun, semoga ENGKAU langgengkan kebaikan yang menyertai saya, ENGKAU bukakan pintu-pintu kesempatan yang penuh rahmat, ENGKAU dekatkan saya dengan orang-orang yang mendewasakan jiwa saya, ENGKAU tempatkan hamba dalam lingkungan yang Kau welas asihi... aamiin...
Terimakasih kepada orang-orang yang putus doanya untuk saya, yang senantiasa memberi petuah dan tauladan bagi saya, yang senantiasa berdiri di samping saya untuk menjaga langkah saya agar tetap lurus, yang selalu berada di belakang saya untuk maju ke depan, yang senantiasa berada di depan saya untuk mengajak kepada amar makruf...
18 tahun saya beralih status dari siswa menjadi mahasiswa, bertemu dengan guru baru (dosen), ssahabat baru, orang-orang baru, tanggung jawab baru, dan dunia baru. Sangat baru. Terimakasih terimakasih terimakasih ALLAAH...terimakasih, beri saya kemampuan untuk memanfaatkan usia saya ini dengan optimal, ikhlas lillaahi ta'aalaa....
Dengan menyebut asmaMU Yaa ALLAAH, saya ingin menghirup nafas kehidupan yang pertama di tahun ke 19 ini....
Ibu...terimakasih banyak atas semuanya, saya ditahun yang ke19 dalam hidup ini akan berusaha keras membalas sejengkal bagian saja dari kasih sayang dan pengorbananmu untukku. I Love You...:)  
سبحان الله والحمدلله ولا اله الا الله والله اكبر ولا حول ولا قوة الا بالله العلى العظيم......

Senin, 11 Maret 2013

Segurat Hati



Dalam gelap..
Dengan perasaan yang tiada sanggup mulutku menuturkan..
Airmata ini hadir mewakili kepiluan
Atas sepuhan luka lama yang kembali terkuak..
Diantara kunang kunang yang berkelip
Aku tak mampu menemukan diriku dan sejuta kataku
Hanya pena dan rasa
Yang kemudian menjelma menjadi secarik ungkapan bisu yang berbicara
Aku kini bersyair
Atas rintihan yang tak akan ku kumandangkan..
Aku kini menulis..
Atas kekecewaan yang tak mungkin ku layangkan..
Ini bukan diriku
Tapi inilah hatiku
Yang merasa sudah tidak dibutuhkan
Yang tergerogoti kesakitan..
Kenangan yang menyeruak menghamparkan penyesalan
Atas sesuatu yang tak layak tuk di sesali
Setiap sakit pasti ada obat
Dan setiap obat hanya mampu menyambuhkan ketika ada sakit
Ini memang bukan diriku
Yang kehilangan sejjuta kata
Inilah hatiku
Yang tak mampu lagi terkekang dalam kebisuan
Hanya gelap tempatku sembunyi
Dari fase kesakitan yang sebenarnya tiada akan sembuh tanpa di hadapi
Inilah hatiku
Yang akhirnya tersedu dan tertawa dalam waktu yang sama
Inilah hatiku
Yang mencoba tegar meski ditinggalkan..

TAK



Tak
Tak ingin
Tak ingin aku
Tak ingin aku memaksa
Tak ingin aku memaksa hati
Tak ingin aku memaksa hati mengasihi
Tak ingin aku memaksa hati mengasihi
Tak ingin aku memaksa hati
Tak ingin aku memaksa
Tak ingin aku
Tak ingin
Tak
Tak ingin
Tak ingin aku
Tak ingin aku memaksa
Tak ingin aku memaksa hati
Tak ingin aku memaksa hati mengasihi
Tak ingin aku memaksa hati mengasihi
Tak ingin aku memaksa hati
Tak ingin aku memaksa
Tak ingin aku
Tak ingin
Tak